Wednesday, March 24, 2004
Sahabat
Pertama kali ku baca sajakmu
Aku mengerti, malah pasti
Kau masih di situ
Meniti buih-buih kehidupan
Merangkah payah
Di antara liku-liku dan rekahan
Cinta
Sahabat, ketahuilah
Di antara ribuan sahabatmu
Akulah yang mengerti
Setiap baris
Sajak yang kau tulis
Di antara luka-luka dan pedihnya
Cinta
Kiranya berpisah nanti
Mengakhiri hidup di sini
Lupakanlah masa lalu itu
Setelah kita sama menjalani
Saat-saat duka dan ria
Dalam mencari erti
Sebuah cinta
Hampa
Betapa pun hampa
hati yang pernah luka
Pedihnya mengisi perasaan
Sakitnya membakar jiwa
Luruh bersama kelopak cinta
Adakah peristiwa berulang
Hampa memanjat diri
Menjalar di sanubari
Adakah sakitnya bakal datang
Memamah hati
Lalu, betapapun payah
Lari dari dakapan cinta
Pembawa hampa
Takkan kau hindari
Manisnya di dalam duka
Cerita Cinta Kisah Cinta
Telah ku coretkan dulu
Cerita cinta itu
Lalu kau menatapnya
Dan kuterima pujimu
Yang tak diduga
Cerita itu kisahku
Tika diri mencari-cari erti
Tika cinta mula bersemi
Katamu dia adalah aku
Kataku dia adalah engkau
Kita bungkam dalam persoalan
Sampai kini tiada jawaban
Bila sesekali bertemu
Kau pasti bertanya
"Kisah siapakah itu ?"
Aku dalam lembut memujukmu
"Cerita itu benar !
Kisah kau dan aku"
Sajak Di Perhentian Itu
Telah lama rinduku
Pada ingatan hari-hari lalu
Mekar di dalam diri
Tiba-tiba aku terpaku
pada wajah yang ku temui
Di perhentian itu
Kau menyapa aku
Dalam lembut suaramu
Seperti dulu
Di mana arahmu ?
di mana ? kau tak kutemui
Selama ini
Seperti setiap pertemuan
Kita pun berpisah di sini
Di perhentian itu
tyo :~: Wednesday, March 24, 2004