prasetyo blog's
<kakashi

Stats

Name : Camen Rider
Age : 25

motto: kekalahan hari ini bukan berarti kekalahan esok hari (ingak2)

Archives

03/21/2004 - 03/28/2004
04/11/2004 - 04/18/2004
06/27/2004 - 07/04/2004
09/04/2005 - 09/11/2005

My Best link

Ragnarok
Ragnafilia
ANEKAYESS
GOOGLE SEARCH
LIRIK LAGU
cool music
RINGTONE
YAHOO
Friendster
HUMOR
ALKITAB
Blumkelar??
cara buat blog

My Best Friend

:: ARTAnet Crew::
¥ clara
¥ christ
¥ arpha
¥ DINA
¥ efrata
¥ wijex
¥ fitri
¥ Arthatz
¥ ^_^Tengu

Chatter Box

Powered by TagBoard Message Board
Name

URL or Email

Messages(smilies)

Credits

Layout by Camen Rider
Take a look at this & other blog designs @ Blogskins.com

Wednesday, September 07, 2005

Love
Charity suffereth long, and is kind; charity envieth not; charity vaunteth not itself, is not puffed up Doth not behave itself unseemly, seeketh not her own, is not easily provoked, thinketh no evil
Rejoiceth not in iniquity, but rejoiceth in the truth
Beareth all things, believeth all things, hopeth all things, endureth all things.
Charity never faileth: but whether there be prophecies, they shall fail; whether there be tongues, they shall cease; whether there be knowledge, it shall vanish away
For we know in part, and we prophesy in part. But when that which is perfect is come, then that which is in part shall be done away
When I was a child, I spake as a child, I understood as a child, I thought as a child: but when I became a man, I put away childish things
For now we see through a glass, darkly; but then face to face: now I know in part; but then shall I know even as also I am known
And now abideth faith, hope, charity, these three; but the greatest of these is charity.

Camen :~: Wednesday, September 07, 2005

Wednesday, June 30, 2004

Met pagi...

Sinar pagi tlah menyapaku
buyarkan mimpi buruk tadi malam
yang seakan buatku takut
dan tak lagi ada asa...

tapi itu semua hanya semu
yang selalu silih berganti
kadang indah
terkadang juga menyakitkan

sobat...
apa yang kupandang terasa kosong
apa yang kurasa terasa hampa
tiada arti yang kudapat

akankah kudapat hikmahnya siang hari
disaat tubuh mulai lelah berfikir
akan riuhnya suasana
dari yang manis hingga terasa getir

tersenyum...
mungkin itu kuncinya
untukku selalu lupakan kepenatan
biar semua orang tersanjung dengan senyumku...

senyumku memang mengandung umpan..umpan...umpan...
[hee..he... nyanyi dech loe...:P]

Camen :~: Wednesday, June 30, 2004

Sunday, April 11, 2004

PASKAH
mazmur 16:10 For thou wilt not leave my soul in hell; neither wilt thou suffer thine Holy One to see corruption.
markus 16:6 And he saith unto them, Be not affrighted: Ye seek Jesus of Nazareth, which was crucified: he is risen; he is not here: behold the place where they laid him.


Camen :~: Sunday, April 11, 2004

Wednesday, March 24, 2004

Sahabat

Pertama kali ku baca sajakmu
Aku mengerti, malah pasti
Kau masih di situ
Meniti buih-buih kehidupan
Merangkah payah
Di antara liku-liku dan rekahan
Cinta
Sahabat, ketahuilah
Di antara ribuan sahabatmu
Akulah yang mengerti
Setiap baris
Sajak yang kau tulis
Di antara luka-luka dan pedihnya
Cinta
Kiranya berpisah nanti
Mengakhiri hidup di sini
Lupakanlah masa lalu itu
Setelah kita sama menjalani
Saat-saat duka dan ria
Dalam mencari erti
Sebuah cinta

Hampa

Betapa pun hampa
hati yang pernah luka
Pedihnya mengisi perasaan
Sakitnya membakar jiwa
Luruh bersama kelopak cinta
Adakah peristiwa berulang
Hampa memanjat diri
Menjalar di sanubari
Adakah sakitnya bakal datang
Memamah hati
Lalu, betapapun payah
Lari dari dakapan cinta
Pembawa hampa
Takkan kau hindari
Manisnya di dalam duka

Cerita Cinta Kisah Cinta

Telah ku coretkan dulu
Cerita cinta itu
Lalu kau menatapnya
Dan kuterima pujimu
Yang tak diduga
Cerita itu kisahku
Tika diri mencari-cari erti
Tika cinta mula bersemi
Katamu dia adalah aku
Kataku dia adalah engkau
Kita bungkam dalam persoalan
Sampai kini tiada jawaban
Bila sesekali bertemu
Kau pasti bertanya
"Kisah siapakah itu ?"
Aku dalam lembut memujukmu
"Cerita itu benar !
Kisah kau dan aku"

Sajak Di Perhentian Itu

Telah lama rinduku
Pada ingatan hari-hari lalu
Mekar di dalam diri
Tiba-tiba aku terpaku
pada wajah yang ku temui
Di perhentian itu
Kau menyapa aku
Dalam lembut suaramu
Seperti dulu
Di mana arahmu ?
di mana ? kau tak kutemui
Selama ini
Seperti setiap pertemuan
Kita pun berpisah di sini
Di perhentian itu



Camen :~: Wednesday, March 24, 2004